Minggu, 18 Desember 2016

Profil


video

Kali ini saya ingin berbagi video pembacaan Asmaul Husna agar kita selalu ingat pada Allah SWT.

Mata Kuliah

Apa kabar sobat blogger?? Semoga tetap sehat semua ya....
Disini saya ingin share mengenai mata kuliah di IAIN Pekalongan Jurusan Ekonomi Syari'ah semester pertama.

Daftar Mata Kuliah :
1. Ekonomi Mikro
2. Pengantar Akuntansi
3. Matematika Ekonomi
4. Bahasa Inggris
5. Pengantar Komputer
6. Pendidikan Kewarganegaraan
7. Fiqh Muamalah
8. Bahasa Arab

Semoga bermanfaat untuk sobat blogger dan bagi sobat blogger yang tertarik kuliah di IAIN Pekalongan bisa mendaftar di stain-pekalongan.ac.id. Sampai ketemu di IAIN Pekalongan~~ :) :)

Kewirausahaan

          Saya ingin berbagi mengenai usaha yang saya jalankan dengan teman saya dalam rangka tugas praktik mata kuliah Pengantar Komputer.  Berikut mengenai profil usaha kami :


1. Jenis Usaha
    Usaha yang kami jalankan adalah jenis usaha di bidang makanan dan produk yang kami tawarkan adalah singkong.
2. Nama Perusahaan
    Usaha ini kami namakan “Cassava Pop”
3. Lokasi Usaha
    Usaha kami berlokasi di Jl. Kartini no.56 Pekalongan.

Tujuan Usaha :
1. Menghasilkan produk yang berkualitas kepada konsumen.
2. Memberikan pelayanan terbaik. 
3. Memuaskan pelanggan dengan cita rasa produk yang ditawarkan. 
4. Membuka lapangan kerja.
 
Latar Belakang Usaha Kami : 
                  Singkong merupakan makanan pokok penghasil karbohidrat yang lumayan diminati oleh penduduk Indonesia. Di Indonesia, singkong dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.
                   Singkong "CASSAVA POP" yang bertempat di Jl. RA KARTINI No.56 Pekalongan ini, menghadirkan cita rasa singkong yang berbeda. Cassava Pop menyediakan berbagai macam topping yang membuat penasaran untuk mencobanya.
                   Selain itu, tempatnya yang strategis dan mudah dijangkau membuat semua orang bisa mengunjungi dan mencobanya. Kedai Cassava Pop sangatlah nyaman untuk menjadi tempat nongkrong bersama teman, Desain kedai yang nyentrik juga menjadikan banyak diminati oleh berbagai kalangan.
     


Kamis, 26 Februari 2015

Sejarah Celana Jeans


            Tahukah anda dengan celana jeans Levi’s? atau mungkin anda adalah salah satu penggemar pemakai celana tersebut. Levi’s merupakan celana jeans no 1 yang cukup popular dan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Levi’s diperkenalkan oleh seorang pemuda nekad dari Newyork berumur 20 tahun, bernama Levi Strauss. Profesi sehari-hari pemuda tersebut adalah penjual pakaian.

Biografi Levi Strauss
Levi Strauss
            Ialah seorang yang bernama Levi Strauss yang memulai cerita ini, seorang pemuda berumur 20 tahun yang berasal dari Bavaria, Eropa. Strauss berangkat ke San Fancisco pada tahun 1980-an dengan bermodal beberapa potong tekstil yang akan dijual ke Barat. Pada saat itu di Amerika sedang demam tambang emas, dan Strauss mencoba peruntungannya dengan menjual tekstilnya kepada para penambang emas. Strauss berhasil menjual seluruh barangnya kecuali tenda-tenda yang terbuat dari kanvas.
Kemudian dari sisa potongan kanvas tersebut, Strauss membuat beberapa potong celana untuk kemudian dijual kembali kepada para pekerja tambang. Dan ternyata para pekerja tambang tersebut menyukai celana kanvas buatan Strauss, hal ini disebabkan celana kanvas tahan lama, tidak mudah rusak ataupun sobek. Karena celana kanvas buatan Strauss laku keras, ia mulai berimprovisasi dengan menggunakan bahan yang lain yang ia pesan dari Genoa, Italia. Para pemintal di Genoa menyebut bahan yang ia pesan tersebut dengan nama “genes” dan oleh Strauss diubah menjadi “ bluejeans” setelah ia mencelupnya dengan warna indigo.
            Dari sinilah Strauss mulai memproduksi calana jeans dalam jumlah yang banyak, dan para penambang pun ketagihan dengan celana buatan Strauss hingga muncul istilah “those pants of Levi’s” (celana si Levi). Setelah itu tercetuslah merk dagang bernama “Levi’s”, yang merupakan merk dagang celana jeans pertama di dunia.
Dalam waktu singkat celana Levi’s menjadi celana resmi para penambang, dan celana ini kian popular di kalangan pekerja tambang, Sehingga akhirnya menjadi simbol status ekonomi yang diasosiasikan dengan celana kelas pekerja. Di tahun 1920, Levi’s Waist Overalls menjadi produk celana kerja yang paling laku di bagian Selatan Amerika, dan walau sekarang bahannya sudah digantikan dengan denim namun banyak orang masih menyebutnya sebagai celana jeans.
            Popularitas jeans semakin melebar setelah adanya film cowboy pada tahun 1930-an, film ini sangat mendongkrak kepopuleran jeans dikarenakan para pemain pada film cowboy menggunakan bahan jeans untuk kostumnya. Dalam waktu yang relatif singkat para lelaki baik tua maupun muda berusaha meniru jagoan mereka dengan ikut mengenakan jeans. Jeans naik daun kala itu dan membuat citra jeans yang dulu hanya menjadi celana kelas pekerja menjadi sebuah simbol penampilan yang casual.
            Penggunaan jeans semakin meluas pada masa perang dunia, dimana para serdadu Amerika kala itu mengenakannya sebagai seragam selagi tidak bertugas. Dan setelah perang dunia lebih tepatnya pada tahun 1950-an jeans mendadak menjadi ”must have item” di kalangan anak muda Amerika, hal ini dipicu karena penampilan artis James Dean yang terlihat keren dengan jeansnya dan menciptakan trend baru di kalangan anak muda. Trend kembali bergulir di tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Gaya hidup menggelandang ala hippy menciptakan kreasi baru. Gadis-gadis hippy suka mengenakan jeans yang dihiasi dengan sulaman atau lukisan cat.
            Dan cerita jeans tidak berhenti di situ, jeans benar-benar menjadi trend berkualitas setelah pada tahun 1980-an para perancang top dunia seperti Armani, Klein dan Versace mulai mengangkat jeans sebagai bahan yang bisa tampil anggun dengan rancangan mereka. Kini penggunaan jeans benar-benar meluas dan bahkan telah sampai untuk seragam santai (dress down friday) yang biasa digunakan setiap jum’at untuk ke kantor.
Saat ini jeans telah menjadi bagian dari kehidupan kita, dan tidak hanya dimonopoli oleh kalangan pekerja tambang seperti pada zaman dahulu. Kini jeans telah benar-benar dapat masuk ke seluruh kalangan masyarakat tanpa memadang statusnya. Dan secara tidak langsung Levi Strauss telah menciptakan sejarah pada peradaban manusia, yakni menciptakan sebuah trend mode yang mampu diterima oleh semua kalangan. Tidak salah jika Levi Strauss menjadi sebuah legenda hidup yang akan selalu diingat di dunia fashion.
Telah lebih seabad setelah Levi memopulerkan celana celana jeans. Kini celana jeans atau denim tetap digemari bahkan naik kelas karena menjadi produk perancang terkenal dunia. Bahkan denim menjadi produk para perancang yang bekerja di Paris, kota yang mengutamakan keanggunan. Tentu saja denim mengalami masa-masa jatuh-bangun sebelum dia mendapatkan posisinya seperti saat ini.
            Pada tahun 1940-an denim sebenarnya sudah diolah menjadi produk mode dalam bentuk gaun, rok, jaket, dan celana panjang. Denim kemudian mencapai puncak popularitasnya pada tahun 1970-an ketika celana jeans diproduksi massal.
            Pada era tahun 1970-an ketika Barat dilanda “endemi” hippie, celana jeans menjadi salah satu atribut yang melekat pada mereka, menjadi simbol pemberontakan terhadap kemapanan. Tidak jarang “para pemberontak” itu sengaja mengoyak-ngoyak celana celana jeans mereka untuk mempertegas penolakan mereka pada kemapanan.
Mereka yang menganggap diri pengikut mode, pernah tidak tertarik pada celana jeans. Celana jeans lalu berkembang lebih sebagai baju untuk para pekerja kerah biru di Amerika. Celana jeans bahkan kemudian identik dengan pakaian  kerja para koboi ketika menggembala sapi mereka dari atas kuda mereka.
            Perputaran roda mode akhirnya sampai pada suatu masa di mana ide dipungut   dari mana saja, dari waktu kapan saja, lalu dirakit menjadi sebuah bentuk baru untuk orang masa kini. Percampuran atau eklektisisme ini mewarnai kehidupan masyarakat pascatahun 1970-an, tetapi sangat terasa pada dunia mode era 1990-an dan terus terjadi sampai kini.
Sebelum perancang memungut denim dari lemari pakaian kelas pekerja dan menjadikannya gemerlap sebagai produk perancang, para perancang telah lebih dulu mengambil gaya berbusana kelompok-kelompok tertentu seperti komunitas           punk, komunitas peselancar, komunitas pejuga gaya gotik, dan sebagainya.
Kebangkitan denim sebagai produk perancang paling mencolok terjadi ketika
            pada tahun 1990-an Tom Ford dari rumah mode Gucci mengangkat celana jeans sebagai fashion statement-nya.
Ford yang ketika itu menjadi perancang yang dikagumi karena kejeniusan rancangannya berhasil mengangkat pamor Gucci, menawarkan celana denim berwarna pudar yang koyak di banyak tempat. Tentu bukan Ford bila tidak membuat celana jeans tersebut gemerlap, sehingga ia menambahkan hiasan bulu-bulu di bagian depan bawah celananya, menyulamkan mutiara dan payet sehingga celana jeans tersebut pantas menyandang nama Gucci.
Madonna ikut mempulerkan kembalinya celana jeans melalui tur dunianya awal tahun ini yang memakai tema koboi sebagai tema pakaian. Begitu pula penyanyi kondang seperti Britney Spears dan Shakira, mereka terlihat beberapa kali menggunakan denim dalam klip video musik mereka.
             Bukan hanya Ford yang melihat peluang kembalinya celana jeans seiring dengan perubahan suasana hati ke arah gaya yang lebih kasual terutama di kalangan kerah putih yang bekerja di bidang teknologi informasi di Amerika. Perancang lain pun berlomba-lomba mendesain ulang celana jeans. Versace, Roberto Cavalli, Calvin Klein, Dolce dan Gabbana, dan Christian Dior, hanyalah beberapa nama besar di bisnis mode yang mencoba mengambil manfaat dari kembalinya celana jeans. Bahkan John Galliano yang bekerja untuk rumah mode Christian Dior masih menggunakan denim dalam salah satu rancangan adibusana untuk musim gugur dan dingin 2002/2003.
            Dalam dunia nyata, di Indonesia denim juga kembali ikut naik daun. Variasi model sangat beragam, mulai dari warna yang beragam, bergaya klasik, yang berpayet, hingga yang dibuat warnanya pudar sebagian dengan kontras yang tajam. Modelnya pun terus berganti-baggy, melebar di ujung pipa bawah, ketat membalut kaki, sebagai celana panjang, celana tiga perempat, hingga hotpants. Yang sekarang sedang digemari adalah hipster, celana denim yang dikenakan di pinggul, dan baru-baru ini model mengerucut ke bawah yang disebut dengan model pensil. Apa pun variasi yang dilakukan, namun denim dalam warna biru indigo selalu diasosiasikan sebagai pakaian dari budaya kasual.

sumber : http://www.biografiku.com/2013/02/biografi-levi-strauss-penemu-celana.html

Kamis, 12 April 2012

Kisah Hidup Van Beethoven


Bagaimana sih asal-usul lagu Fur Elise dan Kisah Hidup Van Beethoven?
Hasil gambar untuk Van Beethoven
                 
         Musisi luar biasa, Ludwig van Beethoven dilahirkan tahun 1770 di kota Bonn, Jerman. Dari kecil sudah terlihat jelas bakat musiknya yang cemerlang. Kemampuan Beethoven juga tercermin dari buku musik ciptaannya yang muncul pertama kali tahun 1783.
          Beethoven belajar banyak dari musisi terkenal seperti Mozart. Pertemuannya dengan Mozart terjadi saat Beethoven memasuki usia remaja. Namun itu pun hanya berlangsung singkat.
              Tahun 1792 Beethoven kembali ke Wina dan sempat merasakan belajar musik dengan Haydn yang kala itu pencipta musik Wina kesohor.
          Beethoven memutuskan untuk menetap di Wina. Saat itu Wina memang dikenal sebagai kota yang sering menghasilkan musisi handal.
          Rasa musik Beethoven yang tinggi sebagai pemain piano sangat mengesankan orang yang mendengar. Dia berhasil baik selaku pemain maupun guru. Kemampuan dalam bermusik terus mendorongnya untuk menciptakan musik.
         Tidak berhenti sampai di sana, memasuki umur pertengahan dua puluhan ke atas, dia sudah mampu menerbitkan dan menjual buku ciptaan musiknya tanpa kesulitan apa pun.
            Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ia bermasalah dengan pendengaran mulai tampak. Tentu saja gejala ini sangat merisaukan si komponis muda. Tuli bagi seorang pencipta musik betul-betul suatu malapetaka. Sampai suatu ketika Beethoven ingin bunuh diri. Untungnya, peristiwa itu tidak terjadi.

         Tahun-tahun antara 1802-1815 sering dianggap masa pertengahan karier Beethoven. Di tahun-tahun itu, Beethoven harus beristirahat karena penyakitnya semakin parah. Ia bahkan kesulitan untuk mendengar.
      Kepercayaan diri Beethoven mulai menurun. Ia takut bertemu dengan orang dan benar-benar menjadi seorang yang tuna rungu. Tidak pernah lagi bergaul dengan masyarakat.
Walaupun begitu, Beethoven tetap berusaha menciptakan karya-karya yang hebat.
          Karya musik Beethoven terus berkembang. Waktu terus berjalan namun perhatian yang diterimanya makin lama makin berkurang. Seharusnya, ia menjadi komponis yang pupuler. Namun yang dikenal hanya karyanya yang terus menuju kesuksesan.
              Di usia empat puluhan Beethoven, pendengaran Beethoven sama sekali tidak berfungsi. Akibatnya, dia tak pernah lagi tampil di muka umum dan semakin menjauhi masyarakat. Hasil karyanya semakin sedikit dan semakin sulit dipahami.
           Sejak itu dia menciptakan musik tapi hanya untuk dirinya sendiri dan beberapa pendengar yang punya ideal masa depan. Dia pernah mengatakan kepada seorang kritikus musik, “Ciptaanku ini bukanlah untukmu tetapi untuk masa sesudahmu.”
           Beethoven dianggap menghasilkan ciptaan yang tidak sekedar sama dengan apa yang dihasilkan sebelumnya, melainkan hasil karya terbesarnya. Di tahun 1827, dia meninggal dunia di Wina pada usia lima puluh tujuh tahun.
              Semasa hidupnya Beethoven telah menghasilkan 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi. Tetapi, yang lebih penting dari jumlah ciptaannya adalah segi kualitasnya.
           Karyanya merupakan kombinasi luar biasa dari perasaan yang mendalam. Beethoven memperagakan bahwa musik instrumental tak bisa lagi dianggap hanya memiliki nilai seni nomor dua. Ini dibuktikan dari komposisi yang disusunnya yang telah mengangkat musik instrumental itu ke tingkat nilai seni yang amat tinggi.

          Para peneliti Beethoven tidak tahu siapa sebenarnya Elise yang dimaksud. Ada sebuah teori yang terkenal mengatakan bahwa pada mulanya karya tersebut berjudul “Für Therese”.
          Therese yang dimaksud adalah Therese Malfatti von Rohrenbach zu Dezza (1792-1851), wanita yang ingin dinikahi Beethoven tahun 1810. Sayangnya, ia menikahi pria lain sebelum Beethoven menyatakan perasaan cinta kepadanya.
        Therese adalah puteri dari saudagar dari Wina, Jacob Malfatti von Rohrenbach (1769-1829). Ketika karya tersebut dipublikasikan tahun 1865, penemunya, Ludwig Nohl, salah menyalin judulnya sehingga menjadi “Für Elise” dan autographnya pun hilang.
           Melodi Für Elise yang terkenal menjadi petunjuk inisial wanita yang dicintai Beethoven. Melodinya dimulai dengan nada E – D# – E, atau enharmoninya E – E? – E. Nah, melodi itu dalam bahasa Jerman sama dengan E – Es – E, huruf yang menjadi nada lagu dari nama ThErESE atau bahkan EliSE.

Senin, 09 April 2012

Penemu Kacamata (Eropa)


1. Roger Bacon
 
Hasil gambar untuk roger bacon

          Pada abad ke-13 M, sarjana Inggris, Roger Bacon (1214 M – 1294 M), menulis tentang kaca pembesar dan menjelaskan bagaimana membesarkan benda menggunakan sepotong kaca. “Untuk alasan ini, alat-alat ini sangat bermanfaat untuk orang-orang tua dan orang-orang yang memiliki kelamahan pada penglihatan, alat ini disediakan untuk mereka agar bisa melihat benda yang kecil, jika itu cukup diperbesar,” jelas Roger Bacon.
          Beberapa sejarawan ilmu pengetahuan menyebutkan Bacon telah mengadopsi ilmu pengetahuannya dari ilmuwan Muslim, Ibnu al-Haitam. Bacon terpengaruh dengan kitab yang ditulis al-Haitham berjudul Ktab al-Manazir Kitab tentang Optik. Kitab karya al-Haitham itu ternyata telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
          Ide pembesaran dengan bentuk kaca telah dicetuskan jauh sebelumnya oleh al-Haitham. Namun, sayangnya dari beberapa bukti yang ada, penggunaan kaca pembesar untuk membaca pertama disebutkan dalam bukunya Bacon.


2. Julius Hirschberg
Hasil gambar untuk Julius Hirschberg            


    Julius Hirschberg, sejarawan ophthalmologi (ilmu pengobatan mata), menyebutkan dalam bukunya, bahwa perbesaran batu diawali dengan penemuan kaca pembesar dan barulah kacamata tahun 1300 atau abad ke-13 M. “Ibnu al-Haitham hanya melakukan penelitian mengenai pembesaran pada abad ke – 11 M,” cetusnya Hirschberg.
          Kacamata pertama disebutkan dalam buku pengobatan di Eropa pada abad ke-14 M. Bernard Gordon, Profesor pengobatan di Universitas Montpellier di selatan Perancis, mengatakan di tahun 1305 M tentang tetes mata (obat mata) sebagai alternatif bagi orang-orang tua yang tidak menggunakan kacamata.




3. Guy de Chauliac
Hasil gambar untuk guy de chauliac 


              1353 M, Guy de Chauliac menyebutkan jenis obat mata lain untuk menyembuhkan mata, dia mengatakan lebih baik menggunakan kacamata jika obat mata tidak berfungsi.



 

Minggu, 04 Maret 2012

Terowongan Bawah Laut Terpanjang di Dunia

Hasil gambar


                Memang tidak salah bila jepang dikatakan sebagai Negara yang memiliki teknologi canggih. Banyak hal yang menunjukkan kecanggihan teknologinya. Salah satu buktinya adalah terowongan bawah laut terpanjang di dunia.
                Terowongan ini bernama Terowongan Seikan, yang terdapan diantara Pulau Honshu dan Hokaido. Terowongan ini merupakan terowongan kereta api dengan panjang 53 km, tinggi 7,9 m, dan lebar 9,8 m. pembangunan Terowongan Seikan dimulai pada saat penelitian geologi pada tahun 1946. Pembanguna itu sendiri memerlukan waktu 42 tahun. Bila semua terowongan pelayanan dan terowongan penyelamatan darurat dihitung juga, seluruhnya berjumlah 18 denga panjang 71,8 km.
                Jalur kereta api dengan terowongan itu, adalah jalur tanpa sambungan terpanjang di dunia. Peran stasiun bawah laut juga merupakan satu-satunya di dunia. Penumpang dapat keluar dari kereta dan dapat melihat-lihat sekitarnya. Terowongan ini dilengkapi dengan peralatan dan keselamatan yang canggih, termasuk alat dengan menggunakan laser yang dipasang pada terowongan.

Mengapa di Asia Ada Musim Hujan ?
                Asia merupakan benua dengan wilayah yang paling luas dengan berbagai musim, di antaranya adalah musim hujan. Di beberapa Negara Asia, selama beberapa bulan dalam setahun, angin membawa uap air dari semua samudra ke daratan. Nah, uap air yang jatuh kedaratan itulah yang dinamakan hujan.
                Kalian tentu pernah kehujanan atau malah berhujan-hujan yang akan mengakibatkan tubuh kalian basah. Tentu saj basah, karena hujan merupakan titik air yang jatuh ke permukaan bumi. Tetapi ingat, kalian tidak akan kehujanan sepanjang tahun. Mengapa? Karena hujan hanya akan turun pada musim hujan saja, sedangkan pada musim kemarau kalian akan kesulitan mendapatkan hujan.
                Sebenarnya, sebab pertama terjadinya musim hujan dan musim kemarau adalah adanya angin muson yang berubah arah menurut musim. Ketika laut sipanaskan oleh matahari, banyak air yang menguap. Uap air tersebut akan dibawa ngin dari laut yang bersuhu rendah dan bertekana tinggi menuju daratan yang bersuhu tinggi dan bertekana rendah. Sesampai di daratan, kandungan air itu jatuh sebagai hujan.

Sabtu, 03 Maret 2012


Mengapa Turun Salju dan Tampak Putih ?
Mendengar kata salju, tentu kalian akan teringat dengan salah satu makanan atau miniman kesukaan kalian yaitu es. Tetapi ingat, salju berbeda dengan es yang kalian makan itu, karena salju tidak enak dimakan. Kalian pun akan kesulitan menemukan salju di sekitar kalian. Mengapa? Karena salju hanya terdapat di daerah beriklim dingin, atau pada puncak gunung yang tertinggi seperti Jayawijaya dan Fujiyama. Lalu, bagaimana salju bias terjadi?
Awan berisi uap air dan butir-butir es. Jika suhu udara sangat dingin, uap air di dekat butir es membeku. Akibatnya butir es akan menjadi lebih berat sehingga akan berjatuhan. Jika udara dingin, maka butir es akan jatuh tanpa mencair, dan inilah yang dinamakan salju.
Kalian tentu berpikir, mengapa salju bewarna putih seperti kapas? Cahaya matahari terdiri dari tujuh warna pelangi. Benda yang menyerap semua warna pelangi akan tampak hitam. Adapun benda yang memantulkan ketujuh warna itu akan tampak putih. Bila menyentuh salju, cahaya terpantul ke segala arah sehingga menyebabkan salju tampak putih.

Manakah Massa Daratan yang Paling Besar di Dunia ?
                Saat ini kalian tianggal di Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dan termasuk Benua Asia. Ada kemungkinan kalian berada di pulau yang besar seperti Kalimantan atau Irian, tetapi mungkin juga kalian tinggal di pulau-pulau kecil seperti Bali atau Bangka. Pernahkan kalian membayangkan tinggal di daratan yang lebih luas lagi? Lalu kira-kira di mana itu?
                Massa daratan yang paling besar di dunia ialah Eurasia, yang merupakan gabungan antara Benua Eropa dan Asia. Tentu saja wilayah itu sangat luas, sedangkan Asia saja merupakan benua yang paling besar. Di sana terletak danau terbesar yaitu Danau Kaspia, dan gunung tertinggi yaitu Gunung Everest.
                Selanjutnya, massa daratan kedua adalah benua afrika dengan sungai terpanjang, yaitu Sungai Nil. Massa daratan paling besar ketiga adalah Amerika Utara yang di dalamnya terdapat Great Lakes dsn Rocky Mountain. Massa daratan terbesar keempat adalah Amerika Selatan denga hutan terbesarnya, yaitu Hutan Amazon. Antartika menduduki tempat ke-5 sebagai daerah yang sangat dingin dan selalu tertutup es. Lalu ke-6 adalah Benua Australia yang sebagian besar merupakan derah kering dan bergurun.

About