Senin, 09 April 2012

Penemu Kacamata (Eropa)


1. Roger Bacon
 
Hasil gambar untuk roger bacon

          Pada abad ke-13 M, sarjana Inggris, Roger Bacon (1214 M – 1294 M), menulis tentang kaca pembesar dan menjelaskan bagaimana membesarkan benda menggunakan sepotong kaca. “Untuk alasan ini, alat-alat ini sangat bermanfaat untuk orang-orang tua dan orang-orang yang memiliki kelamahan pada penglihatan, alat ini disediakan untuk mereka agar bisa melihat benda yang kecil, jika itu cukup diperbesar,” jelas Roger Bacon.
          Beberapa sejarawan ilmu pengetahuan menyebutkan Bacon telah mengadopsi ilmu pengetahuannya dari ilmuwan Muslim, Ibnu al-Haitam. Bacon terpengaruh dengan kitab yang ditulis al-Haitham berjudul Ktab al-Manazir Kitab tentang Optik. Kitab karya al-Haitham itu ternyata telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
          Ide pembesaran dengan bentuk kaca telah dicetuskan jauh sebelumnya oleh al-Haitham. Namun, sayangnya dari beberapa bukti yang ada, penggunaan kaca pembesar untuk membaca pertama disebutkan dalam bukunya Bacon.


2. Julius Hirschberg
Hasil gambar untuk Julius Hirschberg            


    Julius Hirschberg, sejarawan ophthalmologi (ilmu pengobatan mata), menyebutkan dalam bukunya, bahwa perbesaran batu diawali dengan penemuan kaca pembesar dan barulah kacamata tahun 1300 atau abad ke-13 M. “Ibnu al-Haitham hanya melakukan penelitian mengenai pembesaran pada abad ke – 11 M,” cetusnya Hirschberg.
          Kacamata pertama disebutkan dalam buku pengobatan di Eropa pada abad ke-14 M. Bernard Gordon, Profesor pengobatan di Universitas Montpellier di selatan Perancis, mengatakan di tahun 1305 M tentang tetes mata (obat mata) sebagai alternatif bagi orang-orang tua yang tidak menggunakan kacamata.




3. Guy de Chauliac
Hasil gambar untuk guy de chauliac 


              1353 M, Guy de Chauliac menyebutkan jenis obat mata lain untuk menyembuhkan mata, dia mengatakan lebih baik menggunakan kacamata jika obat mata tidak berfungsi.



 

Minggu, 04 Maret 2012

Terowongan Bawah Laut Terpanjang di Dunia

Hasil gambar


                Memang tidak salah bila jepang dikatakan sebagai Negara yang memiliki teknologi canggih. Banyak hal yang menunjukkan kecanggihan teknologinya. Salah satu buktinya adalah terowongan bawah laut terpanjang di dunia.
                Terowongan ini bernama Terowongan Seikan, yang terdapan diantara Pulau Honshu dan Hokaido. Terowongan ini merupakan terowongan kereta api dengan panjang 53 km, tinggi 7,9 m, dan lebar 9,8 m. pembangunan Terowongan Seikan dimulai pada saat penelitian geologi pada tahun 1946. Pembanguna itu sendiri memerlukan waktu 42 tahun. Bila semua terowongan pelayanan dan terowongan penyelamatan darurat dihitung juga, seluruhnya berjumlah 18 denga panjang 71,8 km.
                Jalur kereta api dengan terowongan itu, adalah jalur tanpa sambungan terpanjang di dunia. Peran stasiun bawah laut juga merupakan satu-satunya di dunia. Penumpang dapat keluar dari kereta dan dapat melihat-lihat sekitarnya. Terowongan ini dilengkapi dengan peralatan dan keselamatan yang canggih, termasuk alat dengan menggunakan laser yang dipasang pada terowongan.

Mengapa di Asia Ada Musim Hujan ?
                Asia merupakan benua dengan wilayah yang paling luas dengan berbagai musim, di antaranya adalah musim hujan. Di beberapa Negara Asia, selama beberapa bulan dalam setahun, angin membawa uap air dari semua samudra ke daratan. Nah, uap air yang jatuh kedaratan itulah yang dinamakan hujan.
                Kalian tentu pernah kehujanan atau malah berhujan-hujan yang akan mengakibatkan tubuh kalian basah. Tentu saj basah, karena hujan merupakan titik air yang jatuh ke permukaan bumi. Tetapi ingat, kalian tidak akan kehujanan sepanjang tahun. Mengapa? Karena hujan hanya akan turun pada musim hujan saja, sedangkan pada musim kemarau kalian akan kesulitan mendapatkan hujan.
                Sebenarnya, sebab pertama terjadinya musim hujan dan musim kemarau adalah adanya angin muson yang berubah arah menurut musim. Ketika laut sipanaskan oleh matahari, banyak air yang menguap. Uap air tersebut akan dibawa ngin dari laut yang bersuhu rendah dan bertekana tinggi menuju daratan yang bersuhu tinggi dan bertekana rendah. Sesampai di daratan, kandungan air itu jatuh sebagai hujan.

Sabtu, 03 Maret 2012


Mengapa Turun Salju dan Tampak Putih ?
Mendengar kata salju, tentu kalian akan teringat dengan salah satu makanan atau miniman kesukaan kalian yaitu es. Tetapi ingat, salju berbeda dengan es yang kalian makan itu, karena salju tidak enak dimakan. Kalian pun akan kesulitan menemukan salju di sekitar kalian. Mengapa? Karena salju hanya terdapat di daerah beriklim dingin, atau pada puncak gunung yang tertinggi seperti Jayawijaya dan Fujiyama. Lalu, bagaimana salju bias terjadi?
Awan berisi uap air dan butir-butir es. Jika suhu udara sangat dingin, uap air di dekat butir es membeku. Akibatnya butir es akan menjadi lebih berat sehingga akan berjatuhan. Jika udara dingin, maka butir es akan jatuh tanpa mencair, dan inilah yang dinamakan salju.
Kalian tentu berpikir, mengapa salju bewarna putih seperti kapas? Cahaya matahari terdiri dari tujuh warna pelangi. Benda yang menyerap semua warna pelangi akan tampak hitam. Adapun benda yang memantulkan ketujuh warna itu akan tampak putih. Bila menyentuh salju, cahaya terpantul ke segala arah sehingga menyebabkan salju tampak putih.

Manakah Massa Daratan yang Paling Besar di Dunia ?
                Saat ini kalian tianggal di Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dan termasuk Benua Asia. Ada kemungkinan kalian berada di pulau yang besar seperti Kalimantan atau Irian, tetapi mungkin juga kalian tinggal di pulau-pulau kecil seperti Bali atau Bangka. Pernahkan kalian membayangkan tinggal di daratan yang lebih luas lagi? Lalu kira-kira di mana itu?
                Massa daratan yang paling besar di dunia ialah Eurasia, yang merupakan gabungan antara Benua Eropa dan Asia. Tentu saja wilayah itu sangat luas, sedangkan Asia saja merupakan benua yang paling besar. Di sana terletak danau terbesar yaitu Danau Kaspia, dan gunung tertinggi yaitu Gunung Everest.
                Selanjutnya, massa daratan kedua adalah benua afrika dengan sungai terpanjang, yaitu Sungai Nil. Massa daratan paling besar ketiga adalah Amerika Utara yang di dalamnya terdapat Great Lakes dsn Rocky Mountain. Massa daratan terbesar keempat adalah Amerika Selatan denga hutan terbesarnya, yaitu Hutan Amazon. Antartika menduduki tempat ke-5 sebagai daerah yang sangat dingin dan selalu tertutup es. Lalu ke-6 adalah Benua Australia yang sebagian besar merupakan derah kering dan bergurun.

Jumat, 28 Oktober 2011

Daratan Muka Bumi

A. Pembagian Muka Bumi Atas Beberapa Benua dan Daratan
Kalian tentu tahu, di mana kalian tinggal dan di mana kaki kalian berpijak. Mulai dari dilahirkan hingga esok kita mati, kita berada di bumi yang berupa daratan. Tentu kalian tidak dapat tinggal di dalam air maupun angkasa bukan?
Ingat, daratan di muka bumi ini sangat luas, kalian dapat tinggal dan beraktivitas di mana saja. Kalian dapat belajar, bermain, bekerja dan lain sebagainya di muka bumi ini. Pada umumnya orang tinggal dan menetap di daratan. Mengapa? Karena di daratan kita dapat melakukan semua kegiatan dengan lebih leluasa. Selain itu, kita juga dapat lebih banyak berinteraksi dengan orang lain.
Lalu Sejauh mana tempat yang dapat kita jangkau atau tempati? Kalian dapat memilih untuk tinggal di mana saja. Tentu saja, karena daratan di muka bumi terjadi beberapa benua. Jadi, boleh saja bila kalian ingin tinggal di Benua Afrika atau Benua Amerika misalnya.

1.Bumi
Bumi yang kita tempati, merupakan satu-satunya planet yang dihuni makhluk hidup. Secara umum, permukaan bumi kita yang amat luas initerdiri atas dua bagian utama, yaitu daratan (± 30%) dan perairan (± 70%) sehingga bumi sering disebut planet air. Permukaan bumi juga terbagi atas belahan bumi utara dan belahan bumi selatan dengan batas garis khatulistiwa atau ekuator. Mulai dari khatulistiwa sampai kutub utara disebut belahan bumi utara, sedangkan dari khatulistiwa sampai kutub selatan disebut belahan bumi selatan. Selain itu, bumi juga terbagi atas belahan bumi barat dan belahan bumi timur, yaitu dari meridian 0° hingga 180°. Perhatikan gambar di bawah ini!

Menurut ara ahli, perkembangan bumi dimulai dari bola batu yang cair hingga wujudnya seperti sekarang ini. ±4.600 juta tahun yang lalu, bumi terbentuk di jagat raya ini. Pada saat itu bumi masih merupakan massa batuan yang merah membara dan cair. Setelah berjuta-juta tahun lamanya, massa batuan itu mendingin dan terbentuklah kerak bumi. Pendinginan itu hanya terjadi di bagian luarnya saja, sedangkan di dalam masih merupakan massa batuan cair yang sangat panas. Massa batuan itulah yang disebut magma. Magma itu mendapat jalan keluar melalui retakan kerak bumi dan membeku di permukaan.
Unsur bumi lainnya adalah gas. Gas tersebut ada yang tetap beradadi permukaan bumi dan menjadi lapisan. Lapisan itu disebut atmosfer. Sebagian gas yang lain menjadi bagian angkasa luar. Gas inilah yang disebut eksosfer. Gas-gas tersebut tetap menyelubungi bumi karena adanya ravitasi bumi.
± 200 juta tahun yang lalu, permukaan bumi berwujud satu pulau yang dikelilingi oleh samudra. Adanya gaya rentang pada kerak bumi mengakibatkan pulau itu menjadi terpisah-pisah dan sekarang menjadi enam benua.
Adanya gerakan dalam kerak bumi menyebabkan terjadinya lipatan, dan selanjutnya terbentuk rantai pegunungan yang pertama. Misalnya, Pegunungan Alpina, Pegunungan Himalaya, dan Pegunungan Rocky yang terbentuk ± 25 juta tahun yang lalu.
Panjang dia meter bumi pada khatulistiwa 12.756.776 meter, sedangkan jika diukur melewati kutub, panjangnya hanya 12.713.824 meter. Luas permukaan bumi seluruhnya 510.101.000 km². Bumi berotasi dengan kecepatan rata-rata 464,82 meter/detik. Pada waktu mengelilingi matahari (berevolusi), bumi mempunyai kecepatan rata-rata 29,762 km/detik. Apabila bumi berada pada apheliumnya atau titik terjauh dari matahari, kecepatannya mencapai 302.567 km/detik. Perjalanan bumi dalam satu tahun diperkirakan sejauh 1.100.693 km.
Bumi berputar pada sumbunya disebut rotasi. Sekali putar lamanya 24 jam atau sehari semalam. Karena itulah, dunia terbagi atas 24 daerah waktu. Tiap meridian mempunyai lembar 15° meridian. Jadi, perbedaan setiap 15° adalah 1 jam. Berat bumi diperkirakan 5,976 × 10²¹ ton.
Sebagian besar benua, berada di belahan bumi utara, yaitu Benua Asia dan Eropa. Adapun Benua Afrika, selatan. Selanjutnya berdasarkan belahan bumi barat dan timur, sebagian besar benua berada di belahan timur, yaitu Asia, Australia, Afrika, dan Eropa.

About